Pak Bari Yang Polos dan Lucu!

Pada penyelenggaraannya tahun ini, #SyawalJuga berkolaborasi dengan #ObralObrol di salah satu isi acaranya. #ObralObrol sendiri adalah salah satu program sharing di Taman Kuliner Condong Catur yang sudah berjalan lima kali (dua kali di luar kota, Manado dan Padang). Pembicaranya pun kali ini istimewa, yaitu Pak Bari, pemilik warung sate klathak di Pasar Jejeran Wonokromo, Imogiri, Bantul.

Bagi para wisatawan dan juga warga lokal Jogja, Pak Bari dengan Sate Klathaknya bukan nama yang asing lagi. Warungnya itu bisa disebut menjadi salah satu tujuan utama untuk kuliner. Beliau juga sempat muncul di film Ada Apa Dengan Cinta 2.

Ternyata tidak susah mengajak beliau untuk meluangkan waktunya dan datang ke #SyawalJuga. Beliau sangat antusias dan senang, bahkan tidak ada syarat apapun darinya. Kedekatan kami dengan beliau menjadi alasan utamanya untuk hadir dan bercerita.

Pesan GKR Hayu di #SyawalJuga 2016

Bisa dibilang, konten acara di #SyawalJuga 2016 sedikit berbeda dengan penyelenggaraan sebelum-sebelumnya. Jika empat acara terdahulu banyak diisi dengan kuis, permainan dan juga hiburan musik, di #SyawalJuga 2016 lebih banyak obrolannya. #SyawalJuga 2016 pun mendapat kehormatan untuk bisa mengobrol dengan GKR Hayu (putri keempat dari Sri Sultan Hamengkubawono 10).

Sebenarnya kami pesimis dengan kehadiran perempuan yang pernah menjadi juara dalam kejuaraan nasional sepatu roda tahun 1992 itu. Kami sangat memaklumi jadwalnya yang memang sangat padat. Bahkan ketika kami mengirim undangan, beliau membalasnya untuk tidak bisa menjanjikan bisa hadir, karena ada acara pada hari yang sama.

Awalnya, beliau hanya ingin duduk di pinggir saja, menonton candaan demi candaan di #SyawalJuga 2016, namun akhirnya kamu berhasil membujuknya untuk maju ke depan untuk mengobrol beberapa saat.

#SyawalJuga 2016, Meriah Dengan Persiapan Paling Seadanya

Tidak menyangka, itulah yang menjadi penilaian kami tentang #SyawalJuga 2016. Jika dibandingkan dengan #SyawalJuga sebelum-sebelumnya, maka dibilang #SyawalJuga 2016 “Leren Rumiyin” adalah penyelenggaraan yang sangat minim persiapan. Bayangkan saja, kami (orang-orang di belakang #SyawalJuga 2016) hanya bertemu 3 kali, itupun tidak pernah lebih dari setengah tim yang hadir. Beberapa hari menjelang hari H, acarapun terpaksa diundur satu hari, yang mengakibatkan beberapa orang, undangan, tidak bisa hadir. Bahkan 48 jam menjelang hari H, kami dibuat kebingungan soal dana dan merchandise.

Tidak ada persiapan video teaser, tidak heboh di media sosial, tidak ada perencanaan rapi soal promosi acara, semua hanya mengandalkan materi-materi yang sudah pernah dijalankan, dengan sedikit pembaharuan. Kami hanya mencoba memaksimalkan segala yang sudah kami punya.

“Yang penting acaranya jalan saja lah ya”, itulah yang ada di benak kami.